SIARAN PERS DARI KSI

Wednesday, 7 April 2010

0 comments
YKST AKAN LAUNCHING BUKU

Komunitas Sastra Indonesia dan Tradisi Lisan Nusantara (KSI-TLN) Palu, merupakan salah satu lembaga yang aktif dalam kegiatan kesusastraan. KSI memiliki pengurus pusat dan hampir seluruh provinsi di Indonesia telah terbentuk termasuk di Sulawesi Tengah. Di antara kegiatannya melakukan berbagai kegiatan sastra berupa seminar/diskusi, pembacaan karya sastra dan lainnya.

Pada kesempatan ini KSI menjadi event organizer untuk peluncuran sebuah buku berjudul Orang Kaili Gelisah Catatan Kecil Seorang Wartawan yang akan diluncurkan pada, Jumat, 16 April mendatang. Buku tersebut diterbitkan Yayasan Kebudayaan Sulawesi Tengah (YKST) yang merupakan lembaga nirlaba yang didirikan budayawan Masyhuddin Masyhuda (almarhum).

Buku Orang Kaili Gelisah Catatan Kecil Seorang Wartawan yang merupakan kumpulan tulisan yang pernah dipublikasikan di surat kabar lokal mengenai peristiwa seni dan budaya di Kota Palu.

Buku Orang Kaili merupakan kumpulan 25 tulisan Jamrin Abubakar yang khusus mengenai masalah-masalah Kaili sebagai hasil liputan, interpretasi dan wawancara tokoh-tokoh budaya di Palu yang kemudian diramu dalam bentuk tulisan. Karena itu tulisan dalam buku yang dicetak di Yogyakarta dan merupakan buku kedua Jamrin Abubakar yang diterbitkan YKST akan menambah kekayaan pustaka daerah Sulteng yang masih kurang. Sebelumnya buku yang diterbitkan yaitu Mengenal Khazanah Budaya dan Masyarakat Lembah Palu tahun 1999.

Kebetulan Jamrin termasuk salah satu pengurus Yayasan Kebudayaan Sulawesi Tengah yang bergabung sejak tahun 1990-an, yaitu semasa Masyhuddin Masyhuda masih hidup. Sedangkan Masyhuddin yang juga penyair tersebut meninggal dunia pada 30 September 2000. Namun kepengurusan YKST tetap berjalan walau tak seaktif lalu.

Dengan demikian atas upaya yang dilakukan Jamrin Abubakar menerbitkan bukunya atas nama YKST, merupakan apresiasi untuk tetap eksis dalam masalah-masalah kebudayaan. Bersama ini pula sebagai perkenalan, kami sertakan Kata pengantar Penulis buku dari Jamrin Abubakar sebagai penjelasan tentang bukunya.

Atas dukungan kawan-kawan jurnalis dalam publikasi tentang buku yang akan diluncurkan ini, kami ucapkan terima kasih.

Hudan Nur

(Ketua KSI Palu-Sulteng)

Seminar Sastra

Sunday, 4 April 2010

0 comments

PENGALIH WANAAN SENI
(Sapardi Djoko Damono di Kota Teluk Palu)
: Hudan Nur



KEDATANGAN Sapardi Djoko Damono (SDD) ke Palu, Sulawesi Tengah dalam rangka Seminar Sastra Bandingan untuk masyarakat sastra, penikmat sastra, guru, dosen, mahasiswa, dan seniman Palu, 29 Maret 2010 bertempat di Cita Mulia Hotel Palu membawa cita baru dalam memaknai sastra di era kekinian, terlepas dari kacamata kontekstualitas.
Berangkat dari karya-karya Barat, pada masa 2000 SM dapat kita rasakan perbedaan dalam penyampaian sebuah karya (sastra) dalam niat memanusiakan manusia dan menjunjung tinggi nilai persamaan dalam kebudayaan. Ada banyak epos di dunia ini, begitu juga cerita dan legenda yang nampaknya mempunyai persamaan kisah yang tidak jauh berbeda, seperti: Odypus dan Sangkuriang, Romeo & Juliet dan Laila-Majnun, dan lainnya. Betapa menakjubkannya?
Pada perkembangannya alih wahana menurut SDD merupakan perubahan dari satu jenis kesenian ke jenis kesenian lainnya. Sehingga apapun bentuk kesenian dapat diubah menjadi bentuk kesenian yang lain, contohnya: puisi lahir dari lukisan, novel ditulis dari gerak tari, dan film dibuat dari karya novel.
Tradisi lisan yang membudaya di nusantara kita ini sudah selayaknya kita tanggalkan. Betapapun verba volant-schrifta manent, dan akan terus menerus hidup sepanjang zaman. Perlu kita contoh negara-negara luar sana yang apapun tercatat dalam tulisan. Ada tiga hal pokok dalam alih wahana: Enkranasi (pengubahan fiksi, puisi, dan drama), Novelisasi (pengubahan drama atau fil menjadi film), dan musikalisasi (pengubahan puisi menjadi lagu).
Sehingga, apapun itu bentuknya tulislah apa yang bisa ditulis sementara kita masih punya kesempatan untuk menjaga kesepemahaman, menjaga eksistensi dan akan selalu ada mesti kita sudah tiada nanti. Sastra lisan, seperti ketoprak dan pewayangan sangat disayangkan karena selama ini tidak pernah ditulis dalam bentuk naskah. Pelakonan berjalan adanya tanpa mengikuti arus-alur yang dibuat.
Seyogianya, harus kita biasakan menulis itu untuk melawan kesimpang-siuran data di era mendatang!

ada yang menanggalkan pakaianmu satu demi satu
mendudukanmu di dpean cermin dan membuatmu bertanya
tubuh siapakah gerangan yang kukenakan ini?

ada yang sedang diam-diam menulis riwayat hidupmu
menimbang-nimbang hari lahirmu
mereka-reka sebab-sebab kematianmu

ada yang sedang diam-diam menjadi dirimu

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service

Page Rank

Copyright © 2011 Green Ilmu | Splashy Free Blogger Templates with Background Images, Trucks